Konsepsi Pendidikan

Kembali Kepada Kemurnian

Untuk menyelenggarakan pendidikan yang lebih baik, Ura-Ura ingin mengembalikan cara belajar yang kolektif, kolaboratif, dan kooperatif namun juga menghargai kebebasan, kritik, serta keberagaman tiap-tiap pribadi. Alih-alih berkompetisi, setiap orang belajar untuk bekerjasama secara berkelanjutan dan selaras dengan alam. Pendidikan diselenggarakan berdasar pada realita ruang, waktu, kebutuhan masyarakat. Melampaui ruang kelas, Ura-Ura turut menyebar keyakinan bahwa pendidikan adalah proses tak berbatas untuk belajar seumur hidup.

Siapapun yang berpartisipasi dalam kegiatan pendidikan di Ura-Ura akan saling membantu untuk mencapai hal-hal berikut:

  • Mempertajam kecerdasan
  • Memperkokoh kemauan
  • Memperhalus perasaan
  • Menanam kebiasaan berkarya
  • Melibatkan dan mengadakan perubahan
  • Mencapai kebebasan yang langgeng

Semua hal tersebut berlandaskan nilai tritunggal, yakni tatanan sebagai aspek filosofis dan etika, tuntunan sebagai aspek edukasi dan logika, dan tontonan sebagai aspek estetika. Nilai-nilai ini dihayati secara holistik dalam setiap penyelenggaraan sistem pendidikan di Ura-Ura.

Metode yang digunakan beragam, mulai dari diskusi dan dialektika, ceramah dan presentasi, lokakarya (workshop), kunjungan, interaksi dengan permasalahan, belajar menyelesaikan permasalahan, berbagi kepada sesama, pengarsipan, dan lain sebagainya. Setiap orang dapat berpartisipasi sebagai peserta, pemateri, maupun penyelenggara.

Kegiatan pendidikan yang diselenggarakan di Ura-Ura meliputi topik beragam, seperti pemikiran, hobi, keseharian, keterampilan, penyelesaian masalah, proyek DIY (Do It Yourself), kesenian dan kebudayaan, serta keahlian individu dan komunitas. Dalam setiap tahapan proses penyelenggaraan pendidikan, mulai dari penentuan materi, pemateri, metode, hingga evaluasi,  Ura-Ura menggunakan sistem dan tatacara koperasi.

Bagaimana, tertarik untuk bergabung?

 

 

Iklan